Kesuksesan Adalah Milikku. Aku Akan Mendapatkanmu Walau Kemanapun Itu. Akan Kukejar Kamu Sampai Kemanapun Itu. Karena Kesuksesan Adalah Hak ku.

Kurikulum MAN 3 Kediri Qur'an Hadits XII

File Doc (Klik)
daftar Isi

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Dalam Undang Undang no. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional dinyatakan bahwa : “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, serta berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.“

Sedangkan pendidikan pada Madrasah aliyah (MA) bertujuan :

  1. Menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi.

  2. Menyiapkan siswa agar mampu mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan, Tehnologi, dan Kesenian yang dijiwai ajaran Agama Islam.

  3. Menyiapkan siswa agar mampu menjadi anggota Masyarakat yang memiliki hubungan timbal balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam sekitar yang dijiwai suasana keagamaan.

Disamping itu Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang bercirikan Agama Islam, dimana keberadaan Madrasah Aliyah setara dengan Sekolah Menengah Umum (SMU) perlu adanya perhatian khusus dalam menangani dan menghasilkan output yang optimal. Sehingga output ini bisa melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi dan siap terjun kemasyarakat. Untuk itu diperlukan tenaga yang potensial, sarana dan prasarana yang mencukupi untuk mendukung kegiatan tersebut. Hal ini merupakan tantangan bagi Madrasah Aliyah untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan komponen – komponen yang ada agar madrasah dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kediri sebagai institusi pendidikan dibawah Departemen Agama (Depag) yang ditantang untuk selalu berusaha meningkatkan kualitas pendidikan tersebut.




  1. Landasan Kurikulum

Penyusunan KTSP ini berlandaskan :

  1. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 20 TAHUN 2003, TENTANG, SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL

  2. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 19 TAHUN 2005, TENTANG, STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

  3. PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 55 TAHUN 2007 TENTANG PENDIDIKAN AGAMA DAN KEAGAMAAN.

  4. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 22 TAHUN 2006, TENTANG, STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

  5. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 23 TAHUN 2006, TENTANG, STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

  6. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 24 TAHUN 2006, TENTANG, PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

  7. PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 63 TAHUN 2009, TENTANG, SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

  8. PERATURAN MENTERI AGAMA RI NOMOR 2 TAHUN 2008, TENTANG STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DAN STANDAR ISI MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BAHASA ARAB DI MADRASAH

  9. PANDUAN PENYUSUNAN KTSP JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH YANG DIKELUARGKAN BSNP TAHUN 2006

  10. SURAT EDARAN DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM NOMOR DJ.II1/PP.00/ED/681/2006, TENTANG STANDAR ISI.

  1. Tujuan Penyusunan Kurikulum

  1. Sebagai acuan pelaksanaan proses pembelajaran sehingga dapat mewujudkan tujuan pendidikan dasar dan menengah yaitu meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

  2. Untuk mengakomodasi semua potensi yang ada dan untuk meningkatkan kualitas satuan pendidikan baik bidang akademik maupun non akademik, memelihara budaya setempat, mengikuti perkembangan IPTEK yang dilandasi iman dan taqwa.

  3. Meningkatkan kepedulian warga madrasah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama

BAB II

TUJUAN PENDIDIKAN

  1. PROFIL MADRASAH MAN 3 KEDIRI

  1. Identitas Madrasah

  1. Nama Madrasah : MAN 3 Kediri

  2. Alamat Madrasah :

a. Jalan : Jl. Letjend. Supraprto 58 Kediri

b. Desa : Banjaran

c. Kecamatan : Kota

d. Kota : Kediri

e. Propinsi : Jawa Timur, Kode Pos : 64124

f. Nomor Telepon : 0354 – 687876

g. Fax : 0354 - 691771

h. E-mail : man_3_kdr@yahoo.co.id

  1. NSM : 31135702036

  2. Tahun Berdiri : 1992

  3. Nama Kepala Madrasah : Sja’roni, M.Pd.I

  1. Visi dan Misi MAN 3 Kediri

Madrasah Aliyah Negeri 3 Kediri merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bercirikan Agama Islam, dalam menghadapi perkembangan dan tantangan masa depan seperti : perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, era informasi dan globalisasi yang sangat cepat serta tantangan moral dan akhlak yang dinamis sehingga diwujudkan dalam Visi Madrasah sebagai berikut :

VISI MAN 3 KEDIRI

MAN YANG ISLAMI, UNGGUL, POPULIS, INDAH, MANDIRI,DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Visi MAN 3 Kediri secara rinci dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. ISLAMI, yaitu menciptakan kegiatan yang bernuansa Islam meliputi :

    1. Pembudayaan salam

    2. Pembudayaan bacaan Basmallah

    3. Kegiatan taddarus sebelum pelajaran dimulai ( 15 menit )

    4. Sholat dhuha pada waktu istirahat I ( 10.00 – 10.15 )

    5. Sholat dhuhur berjama’ah pada istirahat II ( 11.45 – 12.15 )

    6. Sholat Jum’at di masjid At-Taqwa MAN 3 Kediri

    7. Penambahan pelajaran muhadatsah (percakapan Bahasa Arab) dan baca Al Qur’an

    8. Pelaksanaan kegiatan keagamaan

    9. Kajian Islami oleh Seksi Kerohanian Islam (SKI)

    10. Latihan kultum tiap hari Rabu sebelum sholat dhuhur

    11. Pembinaan keagamaan bagi siswi yang berhalangan sholat

    12. Kegiatan siswa yang berkaitan dengan peringatan hari besar Islam

    13. Semua mata pelajaran dikorelasikan dengan nilai-nilai Islam.

    14. Berbusana Islami

    15. Berperilaku dan bersikap Islami

  2. UNGGUL, yaitu berusaha menghasilkan prestasi yang optimal dalam berbagai bidang, diantaranya :

    1. Unggul dalam perolehan DANEM/DANUN

    2. Unggul dalam penjaringan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi

    3. Unggul dalam penguasaan IPTEK

    4. Unggul dalam lomba kreativitas

    5. Unggul dalam olah raga

    6. Unggul dalam disiplin madrasah

    7. Unggul dalam ketrampilan

    8. Unggul dalam kebersihan dan ketertiban

  3. POPULIS, yaitu dikenal dan diminati masyarakat melalui :

    1. Peningkatan prestasi akademis

    2. Peningkatan prestasi ekstra kurikuler (Drumb Band, Pramuka, PMR, KIR IPA/IPS/Bahasa, Jurnalis, Pecinta Alam, Karate, Sepak bola, dll)

    3. Pengadaan lomba-lomba tingkat MTs/SMP, MA/SMA

  4. INDAH, yaitu menciptakan suasana dan iklim belajar yang sejuk, aman, indah dan nyaman agar siswa kerasan di sekolah dengan cara :

    1. Menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan

    2. Pengadaan dan pemeliharan taman sekolah

    3. Pengadaan program penghijauan

  5. MANDIRI, yaitu menyiapkan dan memberi bekal kepada siswa yang akan lengsung terjun dalam kehidupan masyarakat melalui :

    1. Pengembangan bahasa ( Bahasa Arab dan Bahasa Inggris )

    2. Ketrampilan IPA terapan

    3. Ketrampilan otomotif

    4. Ketrampilan tata busana

    5. Ketrampilan komputer

Adapun MISI MAN 3 Kediri adalah :

  1. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Islam dan budaya bangsa sebagai sumber kearifan dan bertindak

  2. Mengembangkan potensi akademik peserta didik secara optimal sesuai dengan bakat dan minat melalui proses pembelajaran

  3. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif kepada peserta didik dibidang ketrampilan sebagai modal untuk terjun ke dunia usaha.

  4. Mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan olah raga dan kesenian serta kegiatan ekstra kurikuler lain untuk memupuk disiplin dan mengembangkan kreativitas

  5. Mengoptimalkan kompetensi warga madrasah dalam memberi pelayanan kepada siswa dan masyarakat pengguna pendidikan

  6. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan warga madrasah dan stakeholders berdasarkan konsep School Based Management

  1. Tujuan MAN 3 Kediri

Berdasarkan visi dan misi yang telah ada, maka tujuan madrasah yang akan dicapai adalah :

  • Membuat dan menciptakan kegiatan madrasah yang bersifat Islami sehingga anak didik bisa memahami dan mengamalkan konsep ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari

  • Menjadikan madrasah memiliki prestasi secara optimal dalam berbagai bidang

  • Menjadikan madrasah untuk dikenal dan diminati oleh masyarakat melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler berdasarkan prestasi yang diperoleh

  • Menjadikan suasana lingkungan madrasah yang bersih, rindang, indah dan aman sehingga tercipta kenyamanan dalam kegiatan proses belajar mengajar

  • Menyiapkan dan memberi bekal kepada semua anak didik khususnya berupa pengembangan bahasa (Arab dan Inggris), ketrampilan IPA terapan, otomotif dan tata busana serta komputer yang didasarkan atas minat, potensi, kemampuan dan kecakapan yang dimiliki siswa serta kondisi madrasah

  1. Tujuan Mata Pelajaran Qur’an Hadits

Mata pelajaran Al-Qur’an-Hadits bertujuan untuk:

    1. Meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap al-Qur’an dan Hadits

    2. Membekali peserta didik dengan dalil-dalil yang terdapat dalam al-Qur’an dan Hadits sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan

    3. Meningkatkan pemahaman dan pengamalan isi kandungan al-Qur’an dan Hadits yang dilandasi oleh dasar-dasar keilmuan tentang al-Qur’an dan Hadits.

BAB III

STRUKTUR KURIKULUM DAN MUATAN KURIKULUM MAN 3 KEDIRI


  1. STRUKTUR KURIKULUM

Struktur kurikulum MAN 3 Kediri meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang selama 3 tahun mulai kelas X sampai XII meliputi sejumlah materi pembelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri, bila dimungkinkan nanti akan dibuka PROGRAM AKSELERASI (kelas percepatan) bagi siswa MAN 3 yang memenuhi syarat (diantaranya pandai).

Sedangkan untuk cakupan kelompok mata pelajaran adalah, sebagai berikut :

CAKUPAN KELOMPOK MATA PELAJARAN


NO

KELOMPOK MATA PELAJARAN

CAKUPAN

1.

Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2.

Kewarganegaraan dan Kepribadian

Kelompok mata pelajaran kewaganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, kelestarian hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum , ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada MA dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

4.

Estetika

Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, naik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5.

Jasmani, olahraga, dan kesehatan

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada MA dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sporfi, disiplin, kerjasama, dan hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersikap kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial mewabah.


Penyusunan struktur kurikulum didasarkan atas Standar Kompetensi Kelulusan dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran yang telah ditetapkan oleh BNSP.


  1. Struktur Kurikulum Kelas XII Jurusan IPA

KOMPONEN

ALOKASI WAKTU

Kelas XII

Smt 1

Smt 2

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama

a. Qur’an Hadits

b. Aqidah Akhak

c. Qur’an Hadits

d. Sejarah Kebudayaan Islam





2

-

2

1





2

-

2

1

2. Pendidikan kewarganegaraan

2

2

3. Bahasa Indonesia

3

3

4. Bahasa Arab

2

2

5. Bahasa Inggris

4

4

6. Matematika

6

6

7. Fisika

5

5

8. Kimia

4

4

9. Biologi

4

4

10. Sejarah

1

1

11. Seni Budaya

1

1

12. Pendidikan Jasmani, olahraga dan kesehatan

2

2

13. Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

14. Ketrampilan

2

2

B. Pengembangan Pertanian / Mulok

2

2

C. Pengembangan Diri

2*)

2*)

Jumlah

45

45

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran


  1. Struktur Kurikulum Kelas XII Jurusan IPS

KOMPONEN

Alokasi Waktu

Kelas XII

Smt 1

Smt 2

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama

a. Qur’an Hadits

b. Aqidah Akhlak

c. Qur’an Hadits

d. Sejarah Kebudayaan Islam


2

-

2

1


2

-

2

1

2. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

3. Bahasa Indonesia

3

3

4. Bahasa Arab

2

2

5. Bahasa Inggris

4

4

6. Matematika

4

4

7. Sejarah

3

3

8. Geografi

4

4

9. Ekonomi

6

6

10. Sosiologi

3

3

11. Seni Budaya

1

1

12. Pendidikan Jasmani, olahraga dan kesehatan

2

2

13. Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

14. Ketrampilan

2

2

B. Pengembangan Komputer Akuntansi (Mulok)

2

2

C. Pengembangan Diri

2*)

2*)

Jumlah

45

45

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran


  1. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII Jurusan Bahasa


KOMPONEN

Alokasi Waktu

Kelas XII

Smt 1

Smt 2

A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama

a. Qur’an Hadits

b. Aqidah Akhlak

c. Qur’an Hadits

d. Sejarah Kebudayaan Islam


2

-

2

1


2

-

2

1

2. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

3. Bahasa Indonesia

3

3

4. Bahasa Arab

2

2

5. Bahasa Inggris

5

5

6. Matematika

4

4

7. Sastra Indonesia

4

4

8. Bahasa Asing (Arab)

3

3

9. Antropologi

5

5

10. Sejarah

3

3

11. Seni Budaya

1

1

12. Pendidikan Jasmani, olahraga dan kesehatan

2

2

13. Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

14. Ketrampilan

2

2

B. Pengembangan Bahasa (Baca Kitab Kuning)

2

2

C. Pengembangan Diri

2*)

2*)

Jumlah

45

45

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran


  1. MATA PELAJARAN

  1. Standar Kompetensi Lulusan MAN 3 Kediri

  1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja

  2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya

  3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya

  4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial

  5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global

  6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif

  7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan

  8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri

  9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik

  10. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks

  11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial

  12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab

  13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

  14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya

  15. Mengapresiasi karya seni dan budaya

  16. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok

  17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan

  18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun

  19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat

  20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain

  21. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis

  22. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris

  23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi

  1. Standar Kompetensi Lulusan Kelompok Mata Pelajaran Qur’an Hadits

Memahami isi pokok ajaran al-Qur’an, fungsinya dan bukti-bukti kemurniannya, istilah-istilah hadits, fungsi hadits terhadap al-Qur’an, pembagian hadits ditinjau dari segi kuantitas dan kualitasnya, serta memahami dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits tentang manusia dan tanggungjawabnya di muka bumi, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. Ruang Lingkup Qur’an Hadits

    1. Masalah dasar-dasar ilmu al-Qur’an dan al-Hadits, meliputi:

          1. pengertian al-Qur’an menurut para ahli

          2. pengertian Hadits, Sunnah, Khabar, Atsar dan Hadits Qudsi

          3. Bukti keotentikan al-Qur’an ditinjau dari segi keunikan redaksinya, kemukjizatannya, dan sejarahnya

          4. Isi pokok ajaran al-Qur’an dan pemahaman kandungan ayat-ayat yang terkait dengan isi pokok ajaran al-Qur’an

          5. fungsi al-Qur’an dalam kehidupan

          6. Fungsi hadits terhadap al-Qur’an

          7. Pengenalan kitab-kitab yang berhubungan dengan cara-cara mencari surat dan ayat dalam Al-Qur’an

          8. pembagian hadits dari segi kwantitas dan kwalitasnya.

    2. Tema-tema yang ditinjau dari perspektif al-Qur’an dan al-hadits, yaitu:

          1. manusia dan tugasnya sebagai khalifah di bumi.

          2. Demokrasi.

          3. keikhlasan dalam beribadah

          4. nikmat Allah dan cara mensyukurinya

          5. perintah menjaga kelestarian lingkungan hidup

          6. pola hidup sederhana dan perintah menyantuni para dhu’afa

          7. berkompetisi dalam kebaikan.

          8. amar ma ‘ruf nahi munkar

          9. ujian dan cobaan manusia

          10. tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat

          11. berlaku adil dan jujur

          12. toleransi dan etika pergaulan

          13. etos kerja

          14. makanan yang halal dan baik

          15. ilmu pengetahuan dan teknologi.


  1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Qur’an Hadits Kelas XII

Kelas XII Program IPA-IPS-Bahasa

Kls/smt

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

XII/I

  1. Memahami ayat-ayat al Qur’an dan al Hadits tentang kewajiban berda’wah.

  1. Mengartikan QS. An-Nahl: 125; QS. Asy-Syu’ara: 214-216, Al-Hijr: 94-96, dan hadits tentang kewajiban berda’wah.


  1. Menjelaskan kandungan QS. An-Nahl: 125; QS. Asy-Syu’ara: 214-216, Al-Hijr: 94-96, dan Hadits tentang kewajiban berdakwah.

  2. Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS. An-Nahl 125 ; QS. Asy-Syu’ara: 214-216, Al-Hijr: 94-96, dan Hadits tentang kewajiban berdakwah.

  3. Menerapkan strategi berdakwah seperti yang terkandung dalam QS. An-Nahl: 125; QS. Asy-Syu’ara: 214-216, Al-Hijr: 94-96; dan hadits tentang berda’wah dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Memahami ayat-ayat al Qur’an dan al Hadits tentang tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat

  1. Mengartikan QS At-Tahrim: 6, QS. Thaha: 132;QS. Al-An’am: 70;QS.An-Nisa’ :36 dan QS.Hud:117-119 dan hadits tentang tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat.

  2. Menjelaskan kandungan QS At-Tahrim: 6,QS. Thaha: 132; QS. Al-An’am: 70;QS.An-Nisa’ :36 dan QS.Hud:117-119 dan hadits tentang tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat.

  3. Mengidentifikasi perilaku orang yang mengamalkan QS At-Tahrim: 6,QS. Thaha 132; S. Al-An’am: 70;QS.An-Nisa’ :36 dan QS.Hud:117-119 dan hadits tentang tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat.

  4. Menerapkan tanggung jawab manusia terhadap keluarga dan masyarakat seperti yang terkandung dalam QS At-Tahrim: 6,QS. Thaha: 132; QS. Al-An’am: 70;QS.An-Nisa’ :36 dan QS.Hud:117-119 dan hadits tentang tanggung jawab manusia dalam kehidupan sehari-hari

  1. Memahami ayat –ayat al-Qur’an dan hadits tentang berlaku adil dan jujur

  1. Mengartikan QS.al-Maidal: 8-10; QS.An-Nahl:90-92;QS. An-Nisa’: 105 dan hadits tentang berlaku adil dan jujur.

  2. Menjelaskan kandungan QS.al-Maidah: 8-10; QS.An-Nahl:90-92;QS. An-Nisa’: 105 dan hadits tentang berlaku adil dan jujur.

  3. Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS.al-Maidal: 8-10; QS.An-Nahl:90-92;QS. An-Nisa’: 105 dan hadits tentang berlaku adil dan jujur

  4. Menerapkan perilaku adil dan jujur dalam perkataan dan perbuatan seperti terkndung dalam QS.al-Maidal: 8-10; QS.An-Nahl:90-92;QS. An-Nisa’: 105 dan hadits tentang berlaku adil dan jujur

XII/II

  1. Memahami ayat-ayat al Qur’an dan al Hadits tentang toleransi dan etika pergaulan

  1. Mengartikan QS. Al-Kafirun: 1-6; QS. Yunus: 40-41;QS. Al-Kahfi: 29; QS al-Hujurat: 10-13 dan Hadits tentang etika pergaulan.

  2. Menjelaskan kandungan QS. Al-Kafirun: 1-6; QS. Yunus: 40-41;QS. Al-Kahfi: 29; QS al-Hujurat: 10-13 dan Hadits tentang etika pergaulan.

  3. Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS. Al-Kafirun: 1-6; QS. Yunus: 40-41;QS. Al-Kahfi: 29; QS al-Hujurat: 10-13 dan Hadits tentang etika pergaulan.

  4. Menerapkan perilaku bertoleransi dan beretika dalam pergaulan seperti yang terkandung dalam QS. Al-Kafirun: 1-6; QS. Yunus: 40-41;QS. Al-Kahfi: 29; QS al-Hujurat: 10-13 dan Hadits ten-tang etika pergaulan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan al-Hadits tentang etos kerja.

  1. Mengartikan QS. Al-Mujadalah: 11; QS. Al-Jumu’ah 9-11; QS. Al-Qashash :77 dan hadits etos kerja

  2. Menjelaskan kandungan QS. Al-Mujadalah: 11; QS. Al-Jumu’ah 9-11; QS. Al-Qashash :77 dan hadits etos kerja

  3. Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS. Al-Mujadalah: 11; QS. Al-Jumu’ah 9-11; QS. Al-Qashash :77 dan hadits etos kerja

  4. Menerapkan perilaku beretos kerja seperti yang terkandung dalam QS. Al-Mujadalah: 11; QS. Al-Jumu’ah 9-11; QS. Al-Qashash :77 dan hadits etos kerja.

  1. Memahami ayat-ayat al-Qur’an dan hadits tentang makanan yang halal dan baik

  1. Menerjemahkan QS. Al-Baqarah:168-169 : QS. Al-Baqarah 172-173 dan hadits tentang makanan yang halal dan baik.

  2. Menjelaskan kandungan QS. Al-Baqarah:168-169 : QS. Al-Baqarah 172-173 dan hadits tentang makanan yang halal dan baik.

  3. Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS. Al-Baqarah:168-169 : QS. Al-Baqarah 172-173 dan hadits tentang makanan yang halal dan baik.

  4. Mengidentifikasi makanan yang halal dan baik seperti terkandung dalam QS. Al-Baqarah:168-169 : QS. Al-Baqarah 172-173 dan hadits tentang makanan yang halal dan baik.

  5. Menerapkan kandungan QS. Al-Baqarah:168-169 : QS. Al-Baqarah 172-173 dan hadits tentang makanan yang halal dan baik dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Memahami ayat-ayat al Qur’an tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. Menerjemahkan QS. Al-Alaq: 1-5, QS. Yunus: 101; QS. Al-Baqarah: 164.

  2. Menjelaskan kandungan QS. Al-‘Alaq: 1-5; QS. Yunus: 101; QS. Al-Baqarah: 164.

  3. Menunjukkan perilaku orang yang mengamalkan QS. Al-Alaq: 1-5, QS. Yunus: 101; QS. Al-Baqarah: 164.

  4. Melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti terkandung dalam QS. Al-Alaq: 1-5, QS. Yunus: 101; QS. Al-Baqarah: 164.

  1. MUATAN LOKAL

    1. Konsep dan Sifat Muatan Lokal

Muatan lokal di MAN 3 Kediri tercantum dalam struktur kurikulum dengan alokasi waktu 2 (dua) jam pelajaran. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan di MAN 3 Kediri.

    1. Mata Pelajaran Muatan Lokal

Mata pelajaran muatan lokal diarahkan pada Agro Industri sederhana yang mengarah kepada wira usaha. Dengan diberikan dasar-dasar wira usaha ini diharapkan peserta didik yang tidak dapat melanjutkan studinya ke perguruan tinggi dapat mengembangkan dasar-dasar tersebut setelah tamat dari MAN 3 Kediri.

        1. Kelas XII IPA : Pengembangan Pertanian

Adapun jenis-jenis pengembangan pertanian yang diajarkan meliputi :

      • Cara menyetek tanaman

      • Cara menyambung tanaman

      • Cara okulasi tanaman

      • Budi daya tanaman hortilkutura (hias, sayuran dan buah)

      • Budi daya ikan

      • Budi daya lebah madu

      • Dan lain-lain wira usaha yang ada di Kediri dan sekitarnya.

        1. Kelas XII IPS : Pengembangan Komputer Akuntansi

        2. Kelas XII Bahasa : Membaca Kitab Kuning


  1. PENGEMBANGAN DIRI

      1. Pengembangan Diri

Untuk menampung potensi, bakat, kemampuan serta pengembangan karakter peserta didik dalam mengatasi persoalan dirinya, masyarakat, sosial dan lingkungan sekitarnya serta dapat menemukan jati dirinya maka Madrasah Aliyah Negeri 3 kediri memberi fasilitas berupa :

  1. Bimbingan Karier

Untuk mengatasi permasalahan pribadi, sosial, masyarakat dan lingkungan sekitar, sehingga diharapkan siswa dapat mendapatkan jati diri

  1. Kegiatan Ekstra Kurikuler

Untuk membantu pengembangan bakat, minat dan ketrampilan siswa MAN 3 kediri terdapat berbagai macam kegiatan ekstra kurikuler sebagai berikut:

    1. Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)

    2. Majelis Perwakilan Kelas (MPK)

    3. Pramuka

    4. Drumb Band

    5. Jurnalistik

    6. Palang Merah Remaja (PMR)

    7. Pecinta Alam

    8. Olahraga dan Patroli Keamanan Sekolah (PKS)

    9. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR)

    10. Teater GAMAN

    11. Seni bela diri

    12. Seni Baca Al Qur’an

    13. Rebana

    14. Musik

    15. Studi Kerohanian Islam (SKI)

    16. Bina Skill (Tata Busana, Otomotif, Sablon, Tata Boga)

  1. Bina Prestasi

Untuk menambah dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan dibidang Akademik maka diadakan kegiatan Bina Prestasi bagi siswa yang telah memenuhi syarat dengan tujuan untuk menyiapkan kegiatan / adanya lomba-lomba, olympiade baik tingkat kota, propinsi, nasional dan internasional.

Kegiatan ini meliputi mata pelajaran :

    1. Matematika

    2. Fisika

    3. Kimia

    4. Biologi

    5. Ekonomi

    6. Bahasa Inggris

    7. Bahasa Arab

    8. Bahasa dan Sastra Indonesia

    9. Teknologi Informasi dan Komunikasi

      1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar

  1. Seni Musik Rebana

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami dan mengaplikasikan teknik-teknik penguasaan alat musik

1.1. Mempelajari teknik-teknik penguasaan alat musik akustik

1.2. Mempelajari teknik-teknik penguasaan alat musik akustik

1.3. Mengeksplorasi alat musik

2. Memahami dan mengalokasikan teknik vokal

2.1. Teknik pernafasan

2.2. Teknik vokal

2.3. Teknik menyanyi

3. Menganalisa dan mengaplikasikan lagu-lagu Islami

3.1. Merumuskan konsep-konsep lagu Islami

3.2. Mengklasifikasikan lagu Islami

3.3. Eksplorasi lagu Islami


  1. Drum Band

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami dan mengaplikasikan teknik-teknik penguasaan alat Drum

1.1. Mempelajari teknik-teknik penguasaan drum band

1.2. Eksplorasi alat drum band

2. Mengaplikasikan baris berbaris

2.1. Mempelajari baris berbaris

2.2. Bersikap disiplin

2.3. Mempelajari lagu baris berbaris

3. Mengembangkan dan mengaplikasikan unjuk gelar

3.1. Mempelajari teknik-teknik unjuk gelar

3.2. Eksplorasi lagu Islami

3.3. Mempelajari lagu-lagu unjuk gelar

4. Menganalisa dan mengaplikasikan lagu-lagu klasik

4.1. Merumuskan konsep lagu klasik

4.2. Mengklasifikasikan lagu klasik

4.3. Eksplorasi lagu-lagu klasik


  1. Pramuka

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami kehidupan penegak

1.1. Merumuskan kehidupan penegak

1.2. Mengklasifikasikan kehidupan penegak

1.3. Mendiskripsikan kehidupan penegak

2. Memahami out bond

2.1. Mempelajari teknik-teknik out bond

2.2. Mengaplikasikan teknik-teknik out bond


  1. Palang Merah Remaja (PMR)

  1. Semester Gasal

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Sejarah PM (Palang Merah)




2. 7 Prinsip palang merah




3. Visi dan misi palang merah

4. Pertolongan Pertama (PP)












5. Mempraktekkan perencanaan penjelajahan dan penyelamatan aktivitas di alam bebas

1.1. Mengetahui sejarah berdirinya PM Nasional dan Internasional

1.2. Mengetahui pendiri PM

1.3. Mengetahui lambang Palang Merah dan Bulan Sabit Merah

2.1. Mengatahui 7 prinsip Palang Merah

2.2. Menerapkan 7 prinsip Palang Merah dalam kehidupan sehari-hari

2.3. Menumbuhkan rasa kemanusiaan

3.1. Mengetahui visi dan misi Palang Merah

4.1 Mengetahui pengertian Pertolongan Pertama (PP)

4.2 Mengetahui alat yang dibuthkan dalam PP

4.3 Pembuatan tandu dari bambu

4.5 Menangani gangguan kesadaran

4.6 Perawatan luka

4.7 Penanganan patah tulang

4.8 Penanganan pendarahan

4.9 Faal tubuh dan fungsinmya

4.10 Mempraktekkan Pertolongan Pertama (PP)

5.1 Mempraktekkan ketrampilan dasar kegiatan penjelajahan serta nilai tanggung jawab, kerja sama, toleransi, tolong menolong, dan melaksanakan keputusan dalam kelompok

5.2 Mempraktekkan ketrampilan dasar, kegiatan penyelamatan serta nilai tanggung jawab, kerja sama, toleransi, tolong menolong, dan melaksanakan keputusan dalam kelompok

5.3 Mempraktekkan ketrampilan penjagaan alam dan lingkungan

  1. Semester Genap

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Materi Perawatan Keluarga (PK)











2. Materi Dapur Umum (DU)





3. Materi Pasang Bongkar Tenda (PBT)



4. Bencana Alam





5. Jumpa Bakti Gembira (Jumbara)

1.1. Mengetahui pengertian perawatan keluarga (PK)

1.2. Pengenalan macam-macam penyakit

1.3. Mengetahui parasat perawatan keluarga (PK)

1.4. Mempraktekkan parasat PK, meliputi: cuci tangan, pake celemek, menata tempat tidur, memandikan orang sakit, membantu BAB/BAK, dst.

1.5. Mengetahui alat-alat yang dibutuhkan dalam parasat PK

2.1. Pengertian dapur umum

2.2. Membuat daftar menu

2.3. Membuat daftar belanja

2.4. Menginventaris peralatan DU

2.5. Mempraktekkan DU

3.1 Mengetahui tali temali

3.2 Macam-macam tenda PMI

3.3 Mempraktekkan mendirikan tenda standar PMI

4.1 Pengertian bencana alam

4.2 Mempraktekkan penanganan bencana alam

4.3 Mengetahui macam-macam bencana alam dan tingkatannya

5.1 Membuat perencanaan JUMBARA (Jumpa Bakti Gembira)

5.2 Melaksanakan Jumpa Bakti Gembira serta nilai tanggung jawab, kerja sama, toleransi, tolong menolong, dan melaksanakan keputusan dalam kelompok


  1. Seni Beladiri

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Siswa mampu menjelaskan seni beladiri

1.1. Mengetahui maksud dan pengetian seni beladiri

1.2. Macam-macam dan jenis beladiri

1.3. Pencak silat jenis beladiri asli Indonesia

2. Siswa mampu melakukan beladiri pencak silat tingkat dasar

2.1. Mempelajari teknik-teknik seni beladiri pencak silat tingkat dasar

2.2. Melakukan pemanasan

2.3. Pernafasan

3. Siswa mampu melaksanakan pencak silat tingkat lanjut

3.1. Mempelajari jurus-jurus pencak silat

3.2. Mempelajari jenis-jenis tendangan dan pukulan

3.3. Pembentukan sikap

4. Siswa mampu mengembangkan kemampuannya dalam melakukan seni beladiri pencak silat

4.1. Melakukan teknik-teknik pertandingan

4.2. Mempelajari tenaga inti atau tenaga dalam

4.3. Melakukan atraksi dan permainan


  1. Studi Kerohanian Islam

Kelas X Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memiliki aqidah yang benar

1.1. Tidak terkotori oleh bentuk-bentuk kemusyrikan

1.2. Tidak meminta tolong kepada orang yang berlindung kepada selain Alloh SWT

1.3. Tidak menghadiri majelis dukun dan peramal

1.4. Mengimani rukun iman

1.5. Tidak mengikuti langkah-langkah syetan

1.6. Menerima dan tunduk secara penuh kepada Alloh SWT dan tidak berhukum kepada selain yang diturunkan-Nya

2. Siswa mampu melakukan beladiri pencak silat tingkat dasar

2.1. Dapat wudlu maupun tayamum dengan benar secara istiqomah

2.2. Dapat melaksanakan sholat 5 waktu dengan benar secara istiqomah

2.3. Melaksanakan puasa fardlu secara istiqomah

2.4. Menjauhi dosa besar

2.5. Menahan anggota tubuh dari segala yang haram

Semester 2

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

3. Memiliki sifat-sifat terpuji dan perangai Islami asasi

3.1. Tidak takabur

3.2. Tidak asal ikut dan tidak punya pendirian

3.3. Tidak dusta

3.4. Tidak mencaci maki

3.5. Tidak mengadu domba

3.6. Tidak ghibah

3.7. Tidak menjadikan orang buruk sebagai teman atau sahabat

3.8. Memenuhi janji

3.9. Birrul Walidain

3.10. Jujur, amanah, cerdas dan dapat dipercaya

4. Memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas

4.1. Baik dalam membaca dan menulis arab

4.2. Memperhatikan hukum-hukum tilawah

4.3. Mengenal 10 sahabat yang dijamin masuk surga

4.4. Mengetahui hukum thagarah, sholat, puasa

4.5. Mengetahui bahaya ghazwul fikri


Kelas XI Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

5. Memiliki aqidah yang benar

5.1. Mensyukuri nikmat Alloh SWT saat ketika mendapat nikmat

5.2. Mengiklaskan amal untuk Alloh SWT

5.3. Beriman kepada nimat dan siksa kubur

6. Melaksanakan ibadah dengan benar

6.1. Bersemangat untuk sholat berjamaah

6.2. Melaksanakan Qiyamul Lail minimal sekali sepekan

6.3. Melaksanakan sholat dhuha minimal tiga kali sepekan

6.4. Hapal surat An Nas s/d Adh-Dhuha

6.5. Khusyuk dalam membaca Al Qur’an

6.6. Merutinkan dzikir pagi dan sore hari

6.7. Menutup hari-harinya dengan bertaubat

7. Memiliki sifat-sifat terpuji dan perangai Islami asasi

7.1. Tidak memotong pembicaraan orang lain

7.2. Tidak mencibir dengan isyarat apapun

7.3. Tidak menghina dan meremehkan orang lain

7.4. Menyayangi yang kecil

7.5. Menghormati yang besar

7.6. Menundukkan pandangan

7.7. Menyimpan rahasia

7.8. Menutupi aib orang lain

7.9. Membantu yang membutuhkan dan memberi petunjuk yang tersesat

Semester 2

8. Memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang luas

8.1. Mengetahui organisasi-organisasi terselubung yang dilarang oleh MUI dan tidak menjalin hubungan dengan lembaga-lembaga yang menentang Islam

8.2. Ikut berpartisipasi dalam dakwah sekolah

8.3. Memperluas wawasan diri dengan sarana-sarana terbaru

8.4. Berani mengemukakan pendapat dan bisa menjadi pendengar yang baik

8.5. Membaca buku diluar spesialisasinya 4 jam setiap pekan

9. Memiliki fisik yang sehat

9.1. Bersih badan, pakaian dan tempat tinggal

9.2. Berolah raga 2 jam setiap pekan

9.3. Komitmen dengan adab-adab makan dan minum sesuai dengan sunnah

9.4. Tidak merokok dan bangun sebelum fajar

10. Menjauhi hawa nafsu

10.1. Menjauhi segala yang haram

10.2. Menjauhi tempat-tempat yang maksiat


  1. Jurnalistik / Mading

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami berbagai wacana tulis berbentuk paparan singkat maupun paparan lengkap dari berbagai bidang

1.1. Memperoleh informasi, informasi khusus, informasi aktual dari wacana tulis tentang tentang berbagai bidang

1.2. Memperoleh informasi yang bersifat menghibur (reaktif)

1.3. Mengidentifikasi wacana yang bernilai dalam bidang jurnalistik (berita, hiburan)

2. Mengungkapkan informasi tertulis dalam berbagai bentuk paparan dan karya

2.1. Mengemukakan pendapat dalam wacana tulis dari hasil membaca

2.2. Mengungkapkan berbagai pendapat untuk memberi informasi yang aktual dalam bentuk berita, ilustrasi dan berita

2.3. Mengungkapkan berbagai perasaan dengan berbagai karya yang menghibur (cerpen, puisi, pantun dan lain-lain)

2.4. Mengorganisasikan hasil karya dalam berbagai bentuk (mading, buletin dan majalah)


  1. Seni Baca Al Qur’an

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memiliki pemahaman dan penghayatan yang mendalam terhadap ajaran Islam tentang tajwid, suara dan pernafasan

1.1. Tajwid hukum bacaan tanwin dan nun sukun

1.2. Pemahaman tentang makhorijul hufuf

1.3. Menerapkan cara-cara pernafasan

1.4. Melaksanakan praktik tartilul Qur’an

2. Memilki pemahaman dan penghayatan yang mendalam terhadap ajaran Islam tentang variasi dan lagu Al Qur’an dan pengetrapan tentang fashohah

2.1. Menjelaskan variasi lagu

2.2. Menjelaskan tentang bacaan mad

2.3. Menjelaskan waqof dan washoi

2.4. Menerapkan lagu selingan dan panduan

  1. Teater

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

1. Memahami dan terampil mengungkapkan diri baik secara individual maupun
bersama secara indah, menarik dan benar melalui pengamatan, identifikasi

dan penerapan


1.1. Mempelajari teknik-teknik mengungkapkan diri secara individual
maupun bersama

1.2. Mempraktekkan teknik mengungkapkan diri

2. Memahami dan mampu menyusun cerita/drama secara sederhana dan
memainkannya melalui penerapan sesuai konsep seni teater


2.1. Mempelajari teknik-teknik penyusunan cerita/drama

2.2. Mampu menyusun cerita/drama

3. Memahami dan menguasai berbagai dasar bermain drama secara sederhana melalui penerapan konsep dalam latihan dan bermain


3.1. Mempelajari berbagai dasar bermain drama

3.2. Mempraktekkan bermain drama

  1. KETUNTASAN BELAJAR

Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan potensi dan kemampuan peserta didik dan sarana pendukung kegiatan belajar mengajar, maka untuk menentukan proses ketuntasan belajar maka dibuatlah Standar Ketuntasan Belajar Minimal yang disingkat SKBM.

SKBM ini dibuat oleh masing-masing guru bidang studi yang penetapannya diawal tahun ajaran baru dan tidak menutup kemungkinan setiap tahunnya penetapan SKBM ini akan berubah-ubah.





Misal :

Matematika SKBM = 60

No

Nama Siswa

Nilai

Keterangan

Kognitif

Psykomotorik

Afektif

1

Ali

60

61

B

Sesuai SKBM/tuntas

2

Amir

71

55

B

Dibawah SKBM/tdk tuntas

3

Ani

50

65

C

Dibawah SKBM/tdk tuntas

4

Budi

70

65

D/E

Dibawah SKBM/tdk tuntas

Bagi siswa yang belum tuntas diadakan remidi, sedangkan yang sudah tuntas diadakan pengayaan.


  1. SISTEM PENILAIAN

Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam belajar, maka perlu diadakan tes / ujian baik secara lisan, tertulis dan praktek yang penekanannya meliputi 3 aspek yaitu :

    1. Aspek Kognitif

    2. Aspek Psykomotor

    3. Aspek Afektif

Untuk aspek kognitif dan psykomotor penekanan dalam bentuk kuantitatif yang berkisar 0 – 100, sedangkan aspek afektif menggunakan sistem kualitatif yang menggunakan huruf A – E


  1. KENAIKAN

  1. Untuk kriteria kenaikan kelas dari kelas X ke kelas XI

          1. Kenaikan kelas mempertimbangkan nilai raport semester 2 (genap)

          2. Peserta didik dinyatakan NAIK ke kelas XI, apabila yang bersangkutan memiliki :

    1. Mata pelajaran yang tidak mencapai Ketuntasan Belajar Minimum (SKBM), maksimum 3 mata pelajaran.

    2. Kehadiran minimal 90%

    3. Memiliki nilai kepribadian (non akademik) minimal cukup baik

          1. Peserta didik dinyatakan NAIK ke kelas XII, apabila yang bersangkutan memiliki :

  1. Mata pelajaran yang tidak mencapai Ketuntasan Belajar Minimum (SKBM), maksimum 3 mata pelajaran

  2. Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), semua mata pelajaan yang menjadi ciri khas jurusan (matematika, fisika, kimia, dan biologi) harus mencapai Ketuntasan Belajar.

  3. Untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), semua mata pelajaan yang menjadi ciri khas jurusan (ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi) harus mencapai Ketuntasan Belajar.

  4. Untuk jurusan Bahasa, semua mata pelajaan yang menjadi ciri khas jurusan (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Teknologi Informatika dan Komunikasi) harus mencapai Ketuntasan Belajar.

  5. Kehadirannya minimal 90%

  6. Memiliki nilai kepribadian (non akademis) minimal cukup baik


  1. PENJURUSAN

Untuk menampung potensi, minat dan kemampuan peserta didik di MAN 3 Kediri dibuka 3 jurusan.

Program (jurusan) meliputi :

  1. Program / jurusan Bahasa

  2. Program / jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)

  3. Program / jurusan Ilmu Pengetahuan sosial (IPS)

Pelaksanaan penjurusan dilakukan pada akhir semester 2 (genap) di kelas X.

Kriteria penjurusan :

  1. Peserta didik yang bersangkutan naik ke kelas XI

  2. Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam, apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan IPA dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan IPA (matematika, fisika, kimia, dan biologi) memenuhi syarat yang telah ditetapkan dan tuntas

  3. Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosisal, apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan IPS dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan IPS (ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi) memenuhi syarat yang telah ditetapkan dan tuntas

  4. Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Bahasa, apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan Bahasa dan mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan Teknologi Informasi dan Komunikasi) memenuhi syarat yang telah ditetapkan dan tuntas

  1. KRITERIA KELULUSAN UJIAN NASIONAL DAN UJIAN MADRASAH/SEKOLAH

Penentuan kelulusan sesuai dengan PP 19 / 2005 Pasal 72 Ayat (1) yaitu : peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah :

        1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran

        2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

        3. Lulus ujian sekolah / madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

        4. Lulus ujian nasional

Ketentuan mengenai ujian sekolah dan ujian nasional menyesuaikan dengan peraturan yang berlaku (menunggu adanya POS)


  1. PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL)

Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh madrasah merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Dengan demikian materi kecakapan hidup akan dperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari yang diemban oleh mata pelajaran yang bersangkutan. Perolehan dan peningkatan pendidikan kecakapan hidup dapat dilakukan dengan jalan melakukan kegiatan study wisata dan anjang sana pada tempat-tempat yang berkaitan dengan materi pelajaran atau juga dengan mendatangkan tentor, instruktur dan orang yang berkompeten dengan bidangnya.


  1. PENDIDIKAN BERBASIS KARATERISTIK LOKAL DAN GLOBAL

Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global adalah pendidikan yang memanfaatkan Keunggulan lokal dan daya saing global dalam Aspek Ekonomi,Budaya,Bahasa,Ekologi,teknologi informasi dan komunikasi dll,Untuk itu pendidikan di MAN 3 Kediri mengedepan ankan materi yang berkaitan dengan matapelajaran IPTEK,Mulok,Pengembangan diri yang berbasis teknologi Informasi dalam pembelajaran ; penggunaan Lap Top, LCD, Hot Spot, Internet. Sehingga Basis Pembelajaran ini bisa berintegral pada setiap mata pelajaran



Proposal Skripsi Kualitatif

File doc (Klik)

Peran Taman Pendidikan Al Qur'an (TPQ) Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SDN Klurahan III Kec Ngonggot Kab Nganjuk Tahun Pelajaran 2011-2012

Proposal Penelitian Ini Diajukan Untuk Memenuhi

Salah Satu Tugas Mata Kuliah “Metodologi Penelitian Pendidikan”


Dosen Pengampu:

Dwi Setianingsih, M.Pd I

Disusun Oleh:

MOCHAMAD BADRUSALIM

(NIM : 9321 052 08)


JURUSAN TARBIYAH

PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(STAIN) KEDIRI

2011

  1. Pendahuluan

  1. Fokus Penelitian

Dalam era globalisasi akan terjadi reformasi informasi yang ditandai oleh tingginya prestasi umat manusia dalam teknologi informatika. Dalam pola hubungan negara maju akan mendominasi negara-negara berkembang tidak hanya dalam bidang sosial, politik, ekonomi dan juga pendidikan1 yang mengakibatkan pula peserta didik yang pada umumnya adalah para remaja akan terkena pengaruh akibat kemajuan teknologi tersebut.

Tujuan pendidikan dewasa ini semakin meningkat, hal ini merupakan dorongan yang sangat kuat untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju untuk memenuhi kebutuan hidup yang semakin rupa, maka tidak bisa dielakkan lagi kalau pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pendidikan umum maupun pendidikan khusus, sesuai dengan tujuan,

Peserta didik khususnya mereka yang belajar di Sekolah Dasar adalah generasi yang akan datang dapat diperkirakan bahwa siswa sekarang adalah pencerminan masyarakat yang akan datang. Baik buruknya bentuk masyarakat, bangunan moral dan intelektual, dalam penghayatan terhadap agama, kesadaran kebangsaan, tingkat dan drajat kamajuan, prilaku dan kepribadian antara sesama masyarakat yang akan datang tergantung pada remaja sekarang.2

Namun kenyataan telah menunjukkan bahwa perubahan zaman yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu mengakibatkan perubahan sosial dengan semakin canggihnya teknologi komunikasi, tranportasi dan sistem informasi membuat perubahan masyarakat malaju dengan cepat. Dalam menghadapi situasi demikian siswa memiliki jiwa yang lebih sensitif, yang pada akhirnya tidak sedikit para siswa terjerumus kepada hal-hal yang bertentangan dengan makna moral, norma agama, norma susila serta norma hidup di masyarakat karena lupa dengan apa yang dilakukan oleh pendahulu kita.

Seiring dengan laju perkembangan ilmu dan teknologi, juga menuntut para penanggung jawab pendidikan khususnya seorang guru untuk dapat mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk dapat meningkatkan kualitas siswa, seorang guru harus dapat membimbing siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran yang tepat agar tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dengan baik. Dengan kata lain, proses belajar yang hanya duduk, dengar, mencatat, dan menghafal dirasa kurang efektif dan efisien. Hal ini menjadi tantangan bagi penanggung jawab pendidikan khususnya seorang guru.

Mengajar bukan sekedar ceramah dan berdiri didepan kelas sambil memelototi siswa, tetapi bagaimana teknik dan strategi guru dalam mengkomunikasikan pesan/materi pembelajaran, berinteraksi, mengorganisir, dan mengelola siswa sehingga berhasil dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran adalah bilamana guru memiliki dan menguasai metodologi pembelajaran secara baik. Tidak sedikit kegagalan guru dalam megajar disebabkan lemahnya penguasaan metodologi pengajaran tersebut.

Terinspirasi dari salah satu perkataan yang disampaikan oleh dosen dalam satu sesi perkuliahan bahwa seharusnya guru agama (Pendidikan Agama Islam) harus berterima kasih kepada para ustadz di Taman Pendidikan Al-Qur’an, karena bagaimanapun mereka telah memiliki andil besar dalam pengetahuan Al-Qur’an khususnya membaca Al-Qur’an.

Bagaimana seandainya siswa yang diajarkan pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam tidak mengikuti pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Qur’an pada waktu lain (luar jam sekolah), tentu hal ini akan sangat menyusahkan guru yang mengajarkan Pendidikan Agama Islam tersebut. Sementara sumber utama dalam ajaran agama Islam adalah Al-Qur’an.

Maka disini penulis sangat tertarik ingin mengungkap permasalahan diatas terkait tentang pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Taman Pendidikan Agama Islam dalam suatu penelitian dengan judul Peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SDN Klurahan III Kec. Ngronggot Kab. Nganjuk Tahun Pelajaran 2011-2012”.



  1. Rumusan Masalah

Dari uraian fokus penelitian diatas dapat dirumuskan masalah penelitiannya sebagai berikut :

  1. Bagaimana pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Klurahan III Kec Ngronggot Kab Nganjuk?

  2. Bagaimana strategi guru dalam meningkatkan efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Klurahan III Kec Ngronggot Kab Nganjuk?

  3. Bagaimana peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Klurahan III Kec Ngronggot Kab Nganjuk?

  1. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam diadakannya penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Klurahan III Kec Ngronggot Kab Nganjuk

  2. Untuk mengetahui Strategi guru dalam meningkatkan efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Klurahan III Kec Ngronggot Kab Nganjuk

  3. Untuk mengetahui peran Taman Pendidikan Al-Qur’an dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Klurahan III Kec Ngronggot Kab Nganjuk

  1. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai berikut:

  1. Sumbangan ilmu pendidikan, khususnya dalam pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an sebagai wujud kepedulian akan urgenya dalam pembelajaran Pendidikan Agma Islam.

  2. Untuk mengembangkan kemampuan penulis dalam memahami dan mengerti tentang ilmu pendidikan anak khususnya, dan sebagai kontribusi kepada pihak pengelola SDN Klurahan III terutama dalam meningkatkan efektifitas pembelajaran PAI.

  3. Dapat menjadikan reflesksi bagi Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan pembelajarannya di dalam kelas.

  4. Dapat meningkatkan kepedulian terhadap Taman Pendidikan Al-Qur’an bagi masyarakat pada umumnya

  1. Landasan Teori

  1. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

  1. Pengertian Pembelajaran

Menurut Hamzah B Uno,”Pembelajaran (learning) adalah suatu kegiatan yang berupaya membelajarkan siswa secara terintegrasi yang memperhitungkan factor lingkungan belajar, karakteristik siswa, karakteristik bidang studi serta berbagai strategi pembelajaran baik penyampaian, pengelolaan maupun pengorganisasian pembelajaaran.3 Jadi dapat disimpulkan bahwa pembelajaran itu harus dipusatkan kepada bagaiman siswa belajar, bukan pada materi yang dipelajari siswa.

Ada beberapa pendapat yang mengatakan pembelajaran, pengajaran dan belajar mengajar sama saja, namun sebenarnya ada pergeseran paradigm dalam istilah penjaran menjadi pembelajaran yang memiliki titik tekan utama yang berbeda, yakni :

  1. Pengajaran, merupakan paradigma lama dalam pendidikan, guru dianggap sebagai yang paling tahu, murid laksana botol kosong yang siap diisi dengan ilmu pengetahuan dari guru, memunculkan kondisi teacher center (berpusat pada pendidik)

  2. Pembelajaran, merupakan paradigm baru dalam pendidikan bahwa siswa juga mempunyai karakteristik, pengetahuan dan kemampuan dasar, guru sebagai fasilitator, tugas guru adalah membimbing dan mengarahkan potensi siswa secara proporsional, memunculkan kondisi student center (berpusat pada peserta didik)

  1. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pengertian pendidikan dalam bahasa Arab berasal dari kata “tarbiyah”, dengan kata kerja “rabba”. Pendidikan Islam dalam bahasa Arab adalah tarbiyah islamiyah, sedangkan pendidikan Islam dalam pengertian istilah adalah pembentukan kepribadian muslim.4

Pendidikan adlah usaha secara sadar untuk membimbing, mengarahakan peserta didik menuju terbentuknya kepribadian yang baik dan mulia. Adapun Pendidikan Agama Islam menurut beberapa ahli, antara lain :

  1. Menurut Ahmad D Marimba,”Pendidikan agama islam adalah beimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran Islam”.5

  2. Menurut Athiyah Al Abrasyi yang dikutip oleh Ramayulis mengatakan.

Pendidikan Islam mempersiapkan manusia supaya hidup dengan sempuran dan bersahaja, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, mahir dalam pekerjaannya, manis tutur katanya baik dengan lisan atau tulisan.6

  1. Menurut Mustafa Al Ghulayani

Pendidikan Islam adalah menanamkan akhlak yang mulia di dalam jiwa anak dan masa pertumbuhan dan menyiraminya dengan air petunjuk dan nasehat sehingga akhlak itu menjadi salah satu kemampuan jewanya, kemudian buahnya berwujud keutamaan, kebaikan dan cinta bekerja untuk kemanfaatan tanah air.7

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulakan bahwa pendidikan agama Islam adalah usaha yang dilakukan untuk membimbing, mengarahan peserta didik agar terjadi perubahan perilaku yang menggunakan dasar-dasar ajaran Islam, sehingga akan terbentuk pribadi peserta didik yang memiliki akhlak mulia dan bermanfaat dam kehidupannya baik di dunia maupun akhirat.

  1. Tujuan Pendidkan Agama Islam

Menurut Al Abrasyi merumuskan tujuan umum pendidikan Islam kedalam lima kelompok, yaitu:

  1. Pembentukan akhlak mulia (al fadhilat)

  2. Persiapan untuk kehidupan dunia dan akhirat

  3. Persiapan untuk mencari rezeki dan pemeliharaan segi-segi pemanfaatannya. Keterpaduan antara agama dan ilmu akan dapat membawa manusia kepada kesempurnaan

  4. Menambah roh ilmiah pelajar dan memenuhi keinginan untuk mengetahui serta kesanggupan untuk mengkaji ilmu sekedar sebagai ilmu

  5. Mempersiapkan para pelajar untuk suatu profesi tertentu sehingga ia mudah mencari rezeki.8

  1. Landasan Pendidikan Agama Islam

Menurut Omar Muhammad at Taromy al Syaibani yang dikutip oleh Jalaluddin, mengatakan bahwa,” Dasar pendidikan Islam identik dengan dasar tujuan Islam, keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu Al Qur’an dan Al Hadits.9 Landasan tersebut dapat dikembangkan dengan ijtihad.

  1. Al Qur’an

Dan kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman” (QS An Nahl [16]:64)

  1. Hadits/Sunnah

Dalam pendidikan Islam Sunnah Rasul mempunyai dua fungsi, yaitu :

  1. Menjelaskan sistem pendidikan Islam yang terdapat dalam Al Qur’an dan menjelaskan hal-hal yang terdapat didalamnya

  2. Menyimpulkan metode pendidikan dalam kehidupan Rasulullah bersama sabat, perlakuannya pada anak-anak dan pendidikan Islam yang pernah dilakukannya.10

  1. Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Strategi dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai rencana dengan cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.11 Menurut H Mansur menjelaskan strategi dapat diartikan sebagai garis-garis haluan untuk bertindak dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditentukan.12

Berikut ini empat strategi dasar yang dapat diterapkan di bidang studi Pendidikan Agama Islam, yakni:

  1. Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkah laku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan

  2. Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat

  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif sehingga dapat dijadikan pegangan oleh guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya

  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan atau kriteria serta standar keberhasilan sehingga dapat dijadikan pedoman oleh guru dalam melakukan evaluasi hasil pembelajaran, yang selanjutnya akan dijadikan umpan balik penyempuran sistem intruksional yang bersangkutan secara keseluruhan.13

Agar pembalajaran Pendidikan Agama Islam dpat efektif maka selain strategi diperlukan pendekatan yang bersifat muliti approach, diantaranya yaitu:

  1. Pendekatan religious

  2. Pendekatan filosofis

  3. Pendekatan sosio-kultural

  4. Penekatan scientifik14

  1. Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Dari berbagai strategi dan pendekatan pembelajaran diatas ada beberapa metode pembalajaran Pendidikan Agama Islam yang dapat digunakan, antara lain:

  1. Metode hiwar (percakapan)

  2. Metode kisah

  3. Metode Amtsal (perumpamaan)

  4. Metode teladan

  5. Metode pembinaan diri dan pengalaman

  6. Metode pengambilan pelajaran dan peringatan

  7. Metode targhib dan tarhib.15



  1. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)

  1. Pengertian Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) adalah lembaga pendidikan atau pengajaran islam untuk anak-anak usia sekolah dasar (6-12 tahun) yang menjadikan santri mampu membaca Al-Qur’an yang baik dan benar sebagai target pokoknya.16

  1. Landasan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)

Untuk lebih jelasnya dasar keberadaan Taman Pendidikan Al-Qur’an terbagi menjadi, antara lain :

  1. Al-Qur’an

“Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS Al Qamar [54]:17)

“Dan Sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al Haqqah [69] :48)

  1. Hadits

4639Ø­َدَّØ«َÙ†َا Ø­َجَّاجُ بْÙ†ُ Ù…ِÙ†ْÙ‡َالٍ Ø­َدَّØ«َÙ†َا Ø´ُعْبَØ©ُ Ù‚َالَ Ø£َØ®ْبَرَÙ†ِÙŠ عَÙ„ْÙ‚َÙ…َØ©ُ بْÙ†ُ Ù…َرْØ«َدٍ سَÙ…ِعْتُ سَعْدَ بْÙ†َ عُبَÙŠْدَØ©َ عَÙ†ْ Ø£َبِÙŠ عَبْدِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ السُّÙ„َÙ…ِÙŠِّ عَÙ†ْ عُØ«ْÙ…َانَ رَضِÙŠَ اللَّÙ‡ُ عَÙ†ْÙ‡ُ عَÙ†ْ النَّبِÙŠِّ صَÙ„َّÙ‰ اللَّÙ‡ُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ Ù‚َالَ”Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ Ù…َÙ†ْ تَعَÙ„َّÙ…َ الْÙ‚ُرْآنَ ÙˆَعَÙ„َّÙ…َÙ‡ُ”…

“Sebaik-baik dari kalian semua adalah yang mau belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya”17 (HR Bukhori)

  1. Halaqah Ulama’

Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Kholdun dan Ibnu Sina bahwa pengajaran Al-Qur’an haruslah mendapat prioritas pertamayang diajarkan kepada anak-anak,18

  1. Tujuan Penyelenggaran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ)

Tujuan penyelenggaraan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam pandangan human adalah untuk menyiapkan anak didiknya agar menjadi generasi muda yang Qur’ani. Komitmen dengan Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bahan bacaan dan pandangan hidup sehari-hari.19


  1. Metodologi Penelitian

      1. Pendekatan Dan Jenis Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu prosedur penelitian yang mendiskripsikan prilaku orang, tempat, atau peristiwa tertentu sacara rinci dan mendalam. Yang pada dasarnya terkait dengan:

      1. Keberadaan latar alami, sebagai sumber data dan peneliti dipandang sebagai instrument kunci.

      2. Penelitian bersifat diskriptif

      3. Lebih mementingkan proses dari pada hasil

      4. Dalam menganalisis data cenderung diskriptif

      5. Makna merupakan yang paling esensial dalam penelitian kualitatif.20

Sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah study kasus, yaitu “merupakan penyelidikan yang mendalam terhadap individu, kelompok atau instansi”.21 Yaitu: Peran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

      1. Setting penelitian

Dalam penelitian ini peneliti memilih lokasi di SDN Klurahan III Kec Ngronggot Kab Nganjuk.

      1. Kehadiran Penelitian

Sesuai dengan pendekatan penelitian ini, yaitu pendekatan kualitatif, maka kehadiran peneliti di lapangan sangat penting secara optimal. Peneliti merupakan instrumen kunci dalam menangkap makna sekaligus sebagai alat pengumpul data.22

      1. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah “kata-kata dan tindakan selebihnya yaitu dari tambahan seperti dokumen dan data yang lainya”23. Jadi data data dalam penelitian ini adalah semua data atau informasi yang diperoleh dari para informan yang dianggap paling mengetahui secara rinci dan jelas mengenai fokus penelitian yang sedang diteliti, yaitu Peran Serta Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Dalam Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Klurahan III. Selain diperoleh melalui informan, data juga diperoleh melalui kata-kata tertulis maupun tindakan.

      1. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data di lapangan dalam rangka mendiskripsikan dan menjawab permasalahan yang sedang diteliti maka digunakan metode pengumpulan data sebagai berikut:

      1. Observasi

Observasi adalah “suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis”.24

Observasi ini dilakukan dengan terjun langsung dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Klurahan III Ngronggot Nganjuk. Dan terhadap gejala sesuatu yang berkaitan dengan kreatifitas guru. Data yang diperoleh dari hasil observasi ini penulis catat dalam lembar observasi. Ada tiga komponen yang harus diamati yaitu: ruang ( tempat , pelaku dan kegiatan (aktivitas) antara lain tentang: sarana dan prasarana SDN Klurahan III Ngronggot

      1. Wawancara

Wawancara merupakan percakapan yang dilakukan peneliti dengan informan. Dengan memasuki alam pikir informan. Peneliti melakukan wawancara secara terbuka. Tidak berstruktur dengan situasi yang ada.

Pelaksanaan wawancara tersebut dilakukan terhadap seluruh pihak yang terkait, antara lain: guru, peserta didik, kepala SDN Klurahan III Ngronggot Nganjuk.

Pendekatan pelaksanaan wawancara ini. Menggunakan garis besar pokok-pokok topik yang akan dijadikan pegangan. Dan dalam wawancara ini penulis menggunakan pedoman wawancara berstruktur yaitu pedoman wawancara yang disusun secara rinci sehingga menyerupai chek list. Pewawancara tinggal membubuhkan tanda ( cek ) pada nomor yang sesuai.25

      1. Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku atau majalah, notulen rapat dan sebagainya. Antara lain: yaitu sejarah berdirinya, jumlah siswa, struktur organisasi SDN Klurahan III Ngronggot Nganjuk dan sebagainya, jadwal pelajaran, kebijakan kepala sekolah, hasil rapat dan lain-lain.

    1. Analisis Data

Menurut pendapat Patton seperti di kutip oleh Moleong, analisa data adalah “ proses mengatur urutan data, mengorganisasikan kedalam salah satu pola, kategori dan satuan uraian dasar ”. Ia membedakanya dengan penafsiran, yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari pola hubungan diantara dimensi-dimensi uraian.26

Untuk mengolah data kualitatif supaya dapat diambil kesimpulan atau makna yang valit. Maka dalam penelitian kualitatif ini, analisis data mengunakan langkah:

    1. Reduksi data

Reduksi data adalah proses pemilihan, pemutusan perhatian pada penyederhanaan yang dilakukan dengan membuat ringkasan dari data-data yang diperoleh penulis dilapangan. Data yang diperoleh dalam lapangan kemudian ditulis dalam bentuk uraian atau laporan yang rinci. Laporan-laporan itu perlu di reduksi, dirangkum, dipilih hal-hal yang pokok. Difokus pada hal-hal yang penting. Dicari tema atau polanya. Jadi laporan lapangan sebagai bahan “mentah” disingkatkan. Direduksi, disusun lebih sistematis. Ditonjolkan pokok-pokok yang penting, sehingga lebih mudah di kendalikan.

    1. Penyajian data atau display data

Display data adalah proses penyususnan informasi yang kompleks ke dalam bentuk sistematis, sehingga menjadi lebih sederhana dan selektif, serta dapat dipahami maknanya. Dengan disply data ini akan membantu peneliti untuk dapat melihat gambar keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari data hasil penelitian. Dalam hal ini peneliti membuat matrik untuk data, agar peneliti dapat menguasai data dan tidak tenggelam dalam tumpukan detail.

    1. Mengambil kesimpulan dan verifikasi

Verivikasi atau mengambil kesimpulan adalah langkah yang terakhir yang dilakukan peneliti dalam menganalisis data dengan terus menerus, baik pada saat pengumpulan data atau setelah pengumpulan data. Pada awalnya kesimpulan bisa kesimpulan bisa dibuat longgar dan terbuka kemudian meningkat menjadi lebih rinci dan mengakar pada pokok temuan. Pada penarikan kesimpulan ini peneliti berusaha untuk mencari makna data yang dikumpulkan. Untuk itu peneliti mencoba mencari pola, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering timbul, hipotesis dan sebagainya. Jadi dari data yang diperoleh penelitian sejak mulanya mencoba mengambil kesimpulan. Kesimpulan tersebut senantiasa harus diverifikasi selama penelitian berlangsung, verifikasi dapat singkat dengan mencari data baru.27

Ketiga macam kegiatan analisis tersebut saling berhubungan dan berlangsung terus salama penelitian dilakukan. Jadi analisis adalah kegiatan yang kontinyu dari awal sampai akhir penelitian.

Untuk keperluan “auditing” sebaiknya proses analisis itu dicatat, didokumentasikan agar penilai dapat meneliti dan memahami apa yang dilakukan oleh peneliti.

    1. Pengecekan Keabsahan Data

Untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan pengecekan kredibilitas dengan tujuan untuk membuktikan sejauh mana data penelitian yang diperoleh mengandung kebenaran hingga dapat dipercaya,disini peneliti menempuh cara-cara yang sarankan oleh Moleong yaitu:28



  1. Perpanjanngan keikutsertaan

Perpanjangan keikutsertaan peneliti waktu pengamatan dilapangan akan memungkinkanpeningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan, karena dengan perpanjangan keikutsertaan akan banyak mempelajari ”kebudayaan” dapat menguji ketidakbenaran informasi yang berasal dari diri sendiri maupun dari responden dan membangun kepercayaan subjek.

  1. Ketekunan pengamatan (presetent observation)

Hal ini dilakukan oleh peneliti untuk lebih mendalam dan memahami terhadap apa yang sdang diteliti.Ketekunan pengamatan disini meliputi misalnya terhadap lingkungan belajar siswa,kegiatan sehari-hari siswa disekolah dan sebagainya.

  1. Trianggulasi

Yaitu tehnik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk pengecekan atau sabagai pembanding terhadap data itu.Trianggulasi yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu:

    1. Trianggulasi dengan sumber adalah membnadingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat-alat yang berada dengan sumber yang sama.

    2. Trianggulasi metode adalah membandingkan dan mengecek balik derajat suatu informasi yang diperoleh pada sumber yang berbeda dengan metode yang sama.

  1. Pemeriksaan Sejawat melalui diskusi

Hal ini dilakukan peneliti dengan melakukan diskusi bersama rekan-rekan sejawat atau dengan pihak terkait yang berkompeten untuk memelihara kevalidan data.Semua ini dilakukan setelah adanya data yang telah berhasil dikumpulkan oleh peneliti.

  1. Pengecekan Anggota (member check).

Maksudnya adalah peneliti berupaya melibatkan sebagaian informasi atau responden untuk mengkonfirmasikan data serta interpretasinya.Data yang diperoleh dikomunikasikan dan didiskusikan kembali kepada sumber data yang telah menjadi informan guna memperoleh keabsahan data,keobyektifan data tersebut.

  1. Pengecekan mengenai ketercakupan referensi (referential adequacy cecks)

    1. Tahap-Tahap Penelitian

Penelitian ini melalui empat tahapan, yaitu (a) Tahap sebelum lapangan, (b) Tahap pekerjaan lapangan, (c) tahap analisis data, (d) Tahap penulisan laporan.

  1. Instrumen Penelitian

  1. Pedoman Wawancara

Kisi-kisi point wawancara

  1. Bagi Guru

Tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

  1. Bagaimana pola pembelajaran mata pelajaran PAI di dalam kelas?

  2. Strategi apa saja yang digunakan guru dalam pembelajaran PAI di dalam kelas?

  3. Bagaimana tingkat efektifitas pembelajaran PAI di dalam kelas?

  4. Apa saja yang menjadi hambatan dalam pembelajaran PAI?

  5. Bagaimana interaksi guru dan siswa saat pembelajaran PAI dalam kelas?

  6. Bagaimana prestasi siswa dalam pelajaran PAI?

  7. Apa saja materi yang diajarkan di dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam?

Tentang Taman Pendidikan Al-Qur’an

  1. Apakah siswa di SDN Klurahan III selain belajar PAI di sekolah juga belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an?

  2. Apa ada perbedaan kemampuan siswa dalam mengikuti pembelajaran PAI antara yang ikut TPQ dengan yang tidak?

  3. Bagaimana interaksi siswa yang ikut TPQ dalam mengikuti pembelajaran PAI di kelas?

  4. Bagaimana interaksi siswa yang tidak ikut TPQ dalam mengikuti pembelajaran PAI di kelas?

  5. Apa saja perbedaan interaksi siswa yang ikut TPQ dengan yang tidak dalam pembelajaran PAI?

  6. Bagaimana efektifitas belajar siswa yang ikut TPQ dalam menangkap materi pelajaran PAI di kelas?

  7. Bagaimana efektifitas belajar siswa yang tidak ikut TPQ dalam menangkap materi pelajaran PAI di kelas?

  8. Apakah ada pengaruh pembelajaran di TPQ terhadap pembelajaran PAI di dalam kelas?

  9. Apakah ada perbedaan prestasi siswa yang ikut TPQ dengan yang tidak dalam pelajaran PAI?

  1. Bagi Siswa

Tentang pembelajaran Pendidikan Agama Islam

  1. Bagaimana tanggapan terhadap pembelajaran PAI di dalam kelas yang dilakukan oleh guru?

  2. Apakah ada kesulitan dalam materi pelajaran PAI yang diajarkan di kelas?

  3. Apa saja kesulitan dalam materi pelajaran PAI?

  4. Apakah guru selalu menggunakan bermacam-macam metode dalam pembelajaran PAI di dalam kelas?

  5. Apa saja strategi yang digunakan guru PAI dalam pembelajaran di dalam kelas?

Tentang Taman Pendidikan Al-Qur’an

  1. Apakah diantara kalian (siswa) ada yang ikut belajat di TPQ?

  2. Bagaimana pola pembelajaran di TPQ tersebut?

  3. Bagaimana strategi pembelajaran di TPQ tersebut?

  4. Apakah manfaat dari belajar di TPQ?

  5. Apakah ada keterkaitan antara materi di TPQ dengan materi pelajaran PAI di kelas?

  1. Bagi Kepala Sekolah

  1. Bagaimana strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru PAI?

  2. Bagaimana tanggapan kepala sekolah terhadap TPQ dalam perannya meningkatkan efektifitas pembelajaran PAI?

  1. Pedoman Observasi

  1. Mengamati letak geografis SDN Klurahan III.

  2. Mengamati aktifitas kegiatan belajar mengajar guru dan murid

  3. Mengamati proses pembelajaran PAI yang dilakukan oleh guru di dalam kelas.

  1. Pedoman Dokumentasi

  1. Sejarah singkat berdirinya SDN Klurahan III.

  2. Profil SDN Klurahan III.

  3. Visi dan Misi SDN Klurahan III.

  4. Struktur organisasi SDN Klurahan III.

  5. Data tenaga edukatif atau pengajar dan karyawan SDN Klurahan III.

  6. Data siswa SDN Klurahan III.

  7. Sarana prasarana SDN Klurahan III.

  8. Rekap nilai pelajaran PAI siswa SDN Klurahan III (Raport)

  1. Daftar Kepustakaan

Ali, Muhammad.Strategi Penelitian Pendidikan.Bandung: Angkasa, 1993.


Arikunto, Suharsimi.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta:Rineka Cipta,1998.


Daradjat, Zakiyah dkk.Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta:Bumi Aksara,1996.


Djamarah, Syaiful Bahri dan Azwan Zain. Strategi Belajar Mengajar.Jakarta: Rineka Cipta,2008.


Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka,1993.


Hadits No 4639. Shahih Bukhori Juz 15 Hal 439.


Hamdani.Filsafat Pendidikan Islam.Bandung:Pustaka Setia,1998.


Hidayatullah,Taufiq. Skripsi:Manajemen Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an Di TPQ Darussalam Di Desa Kolomagan Kec Wonodadi Kab Blitar. Kediri:Jurusan Tarbiyah STAIN Kediri,2010.


Ihsan, Hamdani dan Fuad Hasan. Filsafat Pendidikan Islam.Bandung:Pustaka Setia,1998.


Jalaluddin.Teologi Pendidikan.Jakarta:Raja Grafindo Persada,2003.


Maslahah dan Anisatul Musyarokah, Strategi Belajar Mengajar.Tulungagung: STAIN,1999.


Moleong, Lexy J, Metodologi Penelitian Kealitatif, Bandung: Remaja Rosda Karya, 1995.


Muhaimin. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Surabaya:Pustaka Pelajar, 2004.


Nizar,Ar Rasyidin Samsul. Filsafat Pendidikan Islam:Pendekatan Historis, Teoritis Dan Praktis.Jakarta:Ciputat Press,2005.


Rahim, Hunsi. Arah Baru Pendidikan Islam Di Indonesia.Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu, 2000.


Ramayulis dkk,Ilmu Pendidikan Islam.Jakarta:Kalam Mulia,1994.


Rohmat,Ali. Kapita Selekta Pendidikan.Jakarta:Bina Ilmu,2004.


Samauna, Nurdin. Pengaruh Globalisasi Terhadap Moral Drajat Sumber Daya Manusia Dalam PJPT II, NO 36/XII/Oktober, 1994.

Sumanto. Metodologi Penelitian Dan Pendidikan.Yogyakarta:Andi, Offset, 1990.


Thoha, Chabib dkk.Metodologi Pengajaran Agama.Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 1999.


Uhbiyati, Nur dan Abu Ahmadi.Ilmu Pendidikan Islam.Bandung:Pustaka Setia,1997.


Uno, Hamzah B.Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran.Jakrta:Bumi Aksara, 2006.


Footnote

1 Hunsi Rahim, Arah Baru Pendidikan Islam Di Indonesia, ( jakarta: PT Logos Wacana Ilmu, 2000 ),183.

2 Nurdin Samauna, Pengaruh Globalisasi Terhadap Moral Drajat Sumber Daya Manusia Dalam PJPT II, NO 36/XII/Oktober, 1994,41.

3 Hamzah B Uno,Orientasi Baru Dalam Psikologi Pembelajaran(Jakrta:Bumi Aksara,2006),5.

4 Zakiyah Daradjat dkk,Ilmu Pendidikan Islam(Jakarta:Bumi Aksara,1996),26.

5 Hamdani,Filsafat Pendidikan Islam(Bandung:Pustaka Setia,1998),15.

6 Ramayulis dkk,Ilmu Pendidikan Islam(Jakarta:Kalam Mulia,1994),3.

7 Nur Uhbiyati dan Abu Ahmadi,Ilmu Pendidikan Islam(Bandung:Pustaka Setia,1997),10.

8 Ramayulis dkk,Ilmu Pendidikan,26.

9 Jalaluddin,Teologi Pendidikan(Jakarta:Raja Grafindo Persada,2003),83.

10 Ar Rasyidin Samsul Nizar,Filsafat Pendidikan Islam:Pendekatan Historis, Teoritis Dan Praktis (Jakarta:Ciputat Press,2005),35.

11 Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.Kamus Besar Bahasa Indonesia(Jakarta:Balai Pustaka,1993), 859.

12 Maslahah dan Anisatul Musyarokah,Strategi Belajar Mengajar(Tulungagung:STAIN,1999),1.

13 Syaiful Bahri Djamarah dan Azwan Zain,Strategi Belajar Mengajar(Jakarta:Rineka Cipta,2008),5.

14 Hamdani Ihsan dan Fuad Hasan,Filsafat Pendidikan Islam(Bandung:Pustaka Setia,1998),193-194.

15 Chabib Thoha dkk,Metodologi Pengajaran Agama(Yogyakarta:Pustaka Pelajar,1999),122.

16 Muhaimin,Wacana Pengembangan Pendidikan Islam(Surabaya:Pustaka Pelajar,2004),296.

17 Hadits No 4639. Shahih Bukhori Juz 15 Hal 439.

18 Taufiq Hidayatullah,Skripsi:Manajemen Pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an Di TPQ Darussalam Di Desa Kolomagan Kec Wonodadi Kab Blitar(Kediri:Jurusan Tarbiyah STAIN Kediri,2010),36.

19 Ali Rohmat,Kapita Selekta Pendidikan(Jakarta:Bina Ilmu,2004),211.

20 Muhammad Ali, Strategi Penelitian Pendidikan, ( Bandung: Angkasa, 1993 ), 160-162

21 Sumanto, Metodologi Penelitian Dan Pendidikan, ( Yogyakarta: Andi, Offset, 1990 ), 56

22 Lexy, J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, ( Bandung: Remaja Rosda Karya, 1995 ), 25

23 Lexy J. Moelong, Metode Penelitian Kualitatif, ( Bandung: Remaja Rosda Karya, 1995 ), 112

24 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), 225

25 Ibid.

26 Ibid., 103.

27 S. Nasution, Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif, 129.

28Dr.Lexy J.Moleong,M.A,Metodologi Penelitian kualitatif,(Bndung,PT.Rosda Karya)175-181


Design by WPThemesExpert | Blogger Template by BlogTemplate4U